No image available for this title

Text

KADAR DEBU RESPIRABEL DIINDUSTRI KAYU UD KARYA BHAKTI II KECAMATAN CEMPAKA BANJARBARU



ABSTRACT

Scientific paper

RANI INTAN PERMATASARI, P07133114028
RESPIRABLE DUST LEVEL IN THE WOOD INDUSTRY UD. KARYA BHAKTI CEMPAKA DISTRICT, BANJARBARU
(Junaidi dan Zulfikar Ali As)
xiv+ 43 Pages; 10 Tables+7 Appendices

Wood processing industry is one of the fastest growing industries. One of the negative impacts of the wood processing industry is air pollution by dust or industrial products, it will be the exposure and work processes cause health problems.
The study design was descriptive with dust measurement and questioner approach. Data analysis based on dust level measurement to UD. Karya Bhakti II workers Banjabaru and compared with the dust quality standard had set on Regulation of the Minister of Labor and Transmigration No. PER 13/MEN/X/2010 on Threshold Limits of Physical and Chemical Factors in the Air Workplace. and complaints felt by workers.
The results of each measurement obtained values: at bandsaw 1 ranged from 0.10 to 0.24 mg/m3, bandsaw 2 ranged from 0.22 to 0.41 mg/m3, at bandsaw 3 ranged from 0.17 to 0.31 mg/m3, at bandsaw 4 ranged from 0.13 to 0.35 mg/m3. Overall compared to Regulation of Minister of Labor and Trasmigration No. PER 13/ MEN/X/2011 concerning Threshold Limit Value of Physical and Chemical Factors in the Air Workplace that NAB of dust content in air was not exceed 3 mg/m³.
It is suggested that industrial managers to provide personal protective equipment (PPE) such as masks fabric made and counsel about the importance of using PPE by involving relevant agency, such as Health Care Center.

Keywords : Air Sanitation, Respirable Dust, Wood Industry
Literature : 12 (2002-2011)

ABSTRAK

Karya Tulis Ilmiah

RANI INTAN PERMATASARI, P07133114028
KADAR DEBU RESPIRABEL DI INDUSTRI KAYU UD. KARYA BHAKTI II KECAMATAN CEMPAKA BANJARBARU
(Junaidi dan Zulfikar Ali As)
xiv + 43 Halaman, 10 Tabel + 7 Lampiran

Industri pengolahan kayu merupakan salah satu industri yang pertumbuhannya sangat pesat. Salah satu dampak negatif dari industri pengolahan kayu adalah timbulnya pencemaran udara oleh debu atau hasil industri, pajanan dan proses kerja tersebut menyebabkan gangguan kesehatan.
Rancangan penelitian menggunakan cross-sectional dengan pendekatan pengukuran kadar debu dan kuesioner. Analisis data berdasarkan pengukuran kadar debu pada pekerja UD. Karya Bhakti II Banjabaru dan di bandingkan dengan baku mutu debu yang telah ditetapkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. PER 13/MEN/X/2011 tentang Nilai Ambang Batas Faktor Fisika dan Kimia di Udara Lingkungan Kerja. Serta keluhan yang dirasakan oleh pekerja.
Hasil pada masing-masing pengukuran yang diteliti diperoleh nilai: pada bandsaw 1 berkisar 0,10-0,24 mg/m3, pada bandsaw 2 berkisar 0,22-0,41 mg/m3, pada bandsaw 3 berkisar 0,17-0,31 mg/m3, pada bandsaw 4 berkisar 0,13-0,35 mg/m3. Secara keseluruhan dibandingkan dengan Peraturan Mentri Tenaga Kerja dan Trasmigrasi No. PER 13/MEN/X/2011 tentang Nilai Ambang Batas Faktor Fiska dan Kimia di Udara Lingkungan Kerja adalah bahwa NAB kadar debu respirabel di udara tidak melebihi 3 mg/m³.
Diharapkan pengelola industri agar memberikan alat pelindung diri seperti masker yang terbuat dari kain dan penyuluhan tentang pentingnya menggunakan alat pelindung diri dengan melibatkan instansi terkait, seperti puskesmas.
Kata kunci : Penyehatan Udara, Debu Respirabel, Industri Kayu
Kepustakaan : 12 (2002-2011)



Ketersediaan

2816.001.4 PER kTersedia - Inggris

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
001.4 PER k
Penerbit KESLING : BANJARBARU.,
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
001.4 PER k
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Cetakan ke 1
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this